Sunarto Kembali Mempertajam Lini Depan Arema FC

MALANG — Arema FC akhirnya membawa pulang Sunarto alias Si Joker. Sebelumnya, Sunarto dipinjamkan Arema ke Persiba Balikpapan dan memperkuat Persis Solo dalam Liga 2 Indonesia 2018. Sunarto bukanlah nama baru di skuad tim berjulukan Singo Edan itu. Pemain yang kerap diturunkan ketika Arema mengalami kebuntuan itu tidak jarang menjadi penyelamat timnya dari kekalahan. Makanya dia dijuluki Si Joker. Pelatih Arema, Milan Petrovic, mengatakan kedatangan Sunarto membuat banyak pilihan di lini depan. Hanya, Sunarto belum bisa diturunkan dalam laga terakhir sebelum rehat karena perhelatan Asian Games 2018. “Secara fisik masih belum siap.Tak mungkin memainkannya saat menghadapi Pusamania Borneo,” ucap Milan. Meski belum banyak mengetahui kemampuan Sunarto, Milan mengaku senang karena pemain itu bisa ditempatkan diposisi sayap. Kehadiran Sunarto menjadikan Arema tanpa penyerang asing dalam putaran kedua Liga 1.

Sebab, beberapa penyerang yang menghuni skuad Arema saat ini semuanya pemain lokal, yakni Dedik Setiawan, Rivaldi Bawuo, dan Ahmad Nur Hardianto. Manajemen Singo Edan sebenarnya telah membidik pemain berkebangsaan Bahrain untuk mengisi slot pemain asing Asia di lini depan. Sayangnya, hal itu gagal dan akhirnya manajemen memilih memulangkan Sunarto. Setelah mendatangkan Sunarto, di sisi lain manajemen Arema secara resmi malah melepas pelatih fisik Dusan Momcilovic. Keputusan itu dinilai mengejutkan karena kinerja Momcilovic dinilai cukup bagus. Kondisi fisik para pemain Arema jauh lebih terkontrol karena keberadaan pelatih yang akrab disapa Dule itu. Dengan dilepasnya pelatih fisik tersebut, Milan mengaku cukup berat karena tim harus kembali beradaptasi dan menyesuaikan dengan program-program tanpa Dusan. “Kondisi ini memang cukup berat. Kami harus menyiapkan semua program sendirian, termasuk latihan fisik. Tapi saya tetap menghormati apa yang sudah diputuskan manajemen,” tutur dia

Indonesia Siap Membuat Sejarah Baru

JAKARTA — Tim nasional Indonesia U-16 akan menghadapi rival bebuyutan Malaysia dalam laga semifinal Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, hari ini. Skuad berjulukan Garuda Asia itu siap tempur menghadapi laga yang ditunggu-tunggu ini. Pelatih timnas U-16, Fakhri Husaini, mengatakan anak asuhannya siap mencetak sejarah dengan mengalahkan Malaysia dalam partai semifinal ini. Menurut dia, skuadnya tidak bisa disamakan dengan timnas U-19 yang dikalahkan Malaysia dalam partai semifinal beberapa waktu lalu. “Laga melawan Malaysia ini merupakan partai balas dendam timnas. Ini kesempatan untuk membuat sejarah, sehingga timnas lolos ke final Piala AFF U-16,” kata Fakhri di Surabaya, kemarin. “Para pemain sangat antusias dan sudah tidak sabar menghadapi Malaysia.” Fakhri mengatakan sudah mengantongi beberapa kunci kelemahan tim lawan saat memantau laga Malaysia melawan Laos di Gelora Joko Samudro, Kabupaten Gresik, Selasa Indonesia Siap Membuat Sejarah Baru Malaysia kehilangan pemain belakang karena kartu merah. lalu. “Kami sudah punya gambaran kekuatan Malaysia, cara mereka bertahan, menyerang, serta melakukan kerja sama tim,” tutur dia. Adapun pelatih Malaysia, Raja Azlan Shah Raja Soib, mengaku pertemuan dengan timnas Indonesia U-16 merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, kedua tim pernah bertemu dalam laga uji coba di Malaysia dan menang dengan skor 4-3. “Indonesia tim yang komplet. Mereka mempunyai pemain yang sangat berbakat di setiap sisinya,” kata Raja. “Tapi kami datang ke sini siap menghadapi siapa pun lawannya.”

Raja mengaku kehilangan beberapa pemain andalannya dalam laga semifinal ini. Salah satunya pemain bertahan Muhammad Fahmi Daniel Mohd Zaaim yang terkena kartu merah saat melawan Laos. “Tapi kami tetap optimistis karena semua pemain yang datang siap diturunkan kapan pun.” Meski rivalitas IndonesiaMalaysia masih tinggi, Fakhri bersama beberapa pemain Indonesia sempat makan bersama satu meja dengan beberapa pemain Malaysia dan pelatihnya. “Saya dan coach Raja Azlan (Shah Raja So’ib) memang sudah lama bersahabat. Begitu juga tadi, dengan para pemain mereka (kami) bicara banyak dan bercanda,” ujar Fakhri. Fakhri mengatakan ingin menanamkan kepada anak-anak asuhannya rasa hormat dan fair play terhadap tim lawan. “Bahwa ini sepak bola, betul. Tapi kami harus menjunjung tinggi dua nilai-nilai tersebut.” Dalam kesempatan itu, Fakhri juga meminta suporter timnas Indonesia agar menghargai tim lawan, wasit, dan suporter lain. Apalagi ini merupakan timnas usia muda, bukan senior. “Jangan sampai kreativitas yang sudah mereka lakukan sebelumnya jadi ternoda, sehingga merugikan semua pihak. Atau lebih parahnya Indonesia akan terkena sanksi dari AFC dan FIFA,” kata Fakhri. Laga semifinal akan digelar pada hari ini di Stadion Gelora Delta. Pertandingan semifinal pertama mempertemukan Thailand dengan Myanmar. Sedangkan pertandingan kedua antara Indonesia dan Malaysia.