Mencegah Air Ketuban Rembes

Waktu hamil pertama, saya (28) sempat mengalami ketuban pecah dini, lalu melahirkan sesar. Hamil kedua saya keguguran umur 6 bulan karena air ketuban rembes. Pertanyaan saya, tes atau pengobatan apa yang bisa saya lakukan untuk mencegah air ketuban rembes lagi? Karena saya takut keguguran lagi. Terima kasih atas jawaban dokter judi.

Baca juga : kerja di Jerman

Tabitha Mandala – Bandung Ketuban pecah dini sering disebabkan oleh infeksi, umumnya kuman dari vagina yang naik ke rongga rahim, atau kuman dari saluran kemih, atau kuman dari infeksi rongga mulut (misalnya gigi berlubang). Setiap ibu hamil saat pertama periksa wajib melakukan pemeriksaan apakah ada kuman dari vaginanya. Pemeriksaan sediaan basah dapat mendeteksi infeksi jamur dan bacterial vaginosis. Sedangkan uji kepekaan obat dapat menentukan obat apa yang masih sensitif terhadap kuman tersebut.

Akibat ketuban pecah terjadi persalinan kurang bulan (preterm) yang memiliki masalah jangka pendek dan jangka panjang karena memerlukan perawatan khusus. Oleh karena itu, pencegahan jauh lebih penting dari mengobati. Lakukan konseling prahamil, atasi penyakit yang ada, setop merokok, dan jangan gunakan narkotika. Selain itu Ibu juga perlu memelakukan pemeriksaan Pap’s smear, USG transvaginal dan analisis sperma suami.

Pemeriksaan Pap’s smear untuk deteksi dini kerusakan mulut rahim (serviks uteri) akibat virus HPV yang dapat menyebabkan kanker serviks uteri. USG transvaginal penting untuk menilai rahim, rongga rahim, indung telur, dan keadaan rongga panggul. Analisis sperma untuk mencari apakah ada kelainan bentuk, jumlah, atau pergerakan sperma. Semua kelainan di atas dapat menyebabkan persalinan kurang bulan, khususnya akibat ketuban pecah karena infeksi organ kandungan. Terima kasih atas pertanyaannya.

Syafri Osnita Birthing Ball Kegiatan Multifungsi

Memasuki trimester 3 banyak ibu hamil mengeluh sakit pinggang atau sulit duduk dengan nyaman. Melalui olahraga birthing ball, saya bisa mengatasi semua permasalahan itu. Birthing ball merupakan salah satu alat bebentuk balon yang berfungsi membantu memperlancar proses persalinan. Alat ini pun dapat membantu ibu hamil duduk secara tegak dan nyaman. Biasanya saya melakukan birthing ball di pagi hari, karena udaranya masih segar. Menginjak usia 35 minggu, saya semakin sulit menemukan tempat duduk yang nyaman, untung ada birthing ball penuh multifungsi.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Jari-Jari Cekatan Bag2

“Tidak harus menggunakan alat, seperti sendok atau garpu. Kita biarkan saja dia mengeksplorasi cara makan dengan tangan, barulah secara bertahap kita ajarkan menggunakan sendok atau garpu,” ujar Putri. Putri juga menyarankan orangtua untuk mengajari buah hatinya cara menuangkan air dari teko ke gelas.

Baca juga : toefl ibt jakarta

“Tentu saja, alat-alatnya harus terbuat dari bahan yang tidak mudah pecah, sehingga aman untuk anak,” tegasnya. Kegiatan sehari-hari lain yang menyenangkan untuk melatih motorik halus si kecil, misal, memakai kaus kaki, memakai sepatu tak bertali, memakai kaus atau celana sendiri, memakai jaket, memasukkan sabuk ke lubangnya, memakai bando, menggosok badan dengan sabun, menggosok kepala de ngan sampo. Kegiatan tersebut melatih si kecil menjadi cekatan, juga lebih mandiri. Stimulasi yang fun juga dapat dilakukan dengan cara bermain. Misal, menyusun balokbalok ataupun pasel.

“Pada tahap ini, batita mungkin masih tampak memaksakan untuk memasukkan po tongan gambar ke pola yang tidak cocok, namun tak perlu mengkritik anak. Sebaliknya, tunjukkan pola yang tepat, sambil tetap memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan si kecil,” urai Putri. Mama Ayu bercerita bagaimana ia melatih motorik halus Abi, anak laki-lakinya, yakni dengan bermain congklak pada saat usia Abi 2 tahunan. “Banyak orang berkomentar, kok anak laki-laki diajarkan main congklak,” kenang nya. Tapi Ayu pantang mundur, ia tak bosan melatih Abi menjatuhkan satu demi satu biji congklak ke dalam lubangnya untuk kegiatan melatih motorik halus buah hatinya.

“Selain itu, Abi mendapat manfaat me ngenal angka sejak dini, karena setiap menjatuhkan biji, ia menyebutkan angkanya,” ujar Ayu. Ketika batita sudah tertarik dengan alatalat tulis, kita dapat memberinya buku gambar, papan tulis, atau bahkan beberapa bagian tembok di rumah. Untuk pemilih an alat tulisnya, pastikan yang aman bagi anak dan tidak mudah tertelan. Sekali lagi, kegiatannya juga harus berlangsung fun. “Dari beberapa kasus, justru anak meng – alami trauma terhadap pensil dan kertas, akibat orangtua memaksakan stimulasi menggunakan media atau cara tertentu.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Syarat Botol Susu Yang Aman Bag2

Botol plastik itu termasuk aman karena terbuat dari bahan polypropylene atau polyethylene. Bahan tersebut diketahui tak bisa melarutkan karsinogen atau zat penyebab kanker. Mudah dibersihkan. Pilihlah botol susu yang mudah dibersihkan. Jadikan, kebersihan dan kehigienisan botol susu sebagai prioritas, karena akan menunjang kesehatan si kecil. Sesuaikan ukuran botol.

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Sewaktu Mama membeli botol susu, jangan lupa untuk memperhatikan petunjuk range usia yang terdapat pada kemasan. Pilih juga ukuran botolnya. Sesuaikan ukuran botol dan kebutuhan bayi, apakah cukup yang berukuran kecil (30-50 ml), sedang (120 ml), atau besar (di atas 200 ml). Pilih botol dengan tanda “food grade” dan “recycle”. Botol dengan tanda “recycle” dapat digunakan lagi, jadi akan mengurangi sampah plastik. Sementara “food grade” adalah istilah golongan material yang layak digunakan untuk perlengkapan makan.

Ini berarti botol susu ‘food grade” tidak akan mentransfer zat-zat berbahaya atau beracun ke dalam makanan/minuman bayi. JAGA KEBERSIHAN BOTOL Kita telah sepakat ya Ma, untuk selalu memprioritaskan kebersihan dan kehigienisan botol bayi. Menjaga kebersihan peralatan bayi sangat penting mengingat pada tahun pertama usianya, bayi sangat rentan terhadap penyakit. Kekebalan tubuhnya tidak bisa disamakan dengan orang dewasa, jadi beberapa mikroorganisme seperti virus, parasit, dan bakteri bisa berkumpul pada peralatan bayi yang tak steril.

Peralatan bayi yang sering bersentuhan langsung dengan mulut bayi ialah botol susu. Ada beberapa cara mensterilkan botol susu bayi yang sudah dicuci bersih, yaitu: 1. Metode Perebusan Sekali lagi, perhatikan jenis plastik botol bayi saat ingin merebusnya. Ingat, botol berbahan polikarbonat (PC) akan melepaskan residu senyawa kimia apabila direbus. Jika bahan botol susu sudah dipastikan memang aman, saat akan direbus, sediakan panci besar dengan penutupnya.

Isi panci dengan air secukupnya sampai botol susu dalam posisi “tenggelam”, lalu tutup panci dan didihkan selama 10 menit. 2. Mengunakan Microwave Umumnya hanya dibutuhkan waktu 90 detik untuk mensterilkan botol susu dengan microwave. Jangan menutup botol susu saat proses sterilisasi, karena dapat terjadi tekanan panas di dalamnya. Keuntungan utama cara sterilisasi ini adalah tidak ada bau dan rasa tersisa.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Hamil Kembar Sehat Dan Aman Bag2

Hal ini tentu akan berisiko bayi beratnya kecil, selain juga risiko lahir lebih cepat atau prematur karena kapasitas rahim lebih cepat mencapai maksimal. Untuk kehamilan lebih dari dua janin tentu memiliki risiko lebih banyak lagi. Mengapa? Pasalnya, rahim yang tak mampu menampung berat janin (lebih dari dua) menyebabkan terjadinya proses persalinan prematur.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Oleh karena itu, pada kehamilan kembar, standar harapan lahir per bayi di atas 1.800 g dengan umur kehamilan di atas 34 minggu sudah sangat bagus dan kemungkinan hidup sudah tinggi. Akan tetapi, bukan berarti risiko bayi lahir prematur selalu terjadi pada kehamilan kembar. Enggak selalu, kok, Ma. Bahkan, ada juga kehamilan kembar yang mencapai umur kehamilan 40 minggu saat persalinan. Satu penelitian pada 2009 menyebutkan, sebanyak 11,4% kembar lahir sangat prematur sebelum usia kehamilan 32 minggu dan lebih dari separuh (58%) lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.

 

Bila dibandingkan dengan kehamilan tunggal yang hanya 10% lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dan kurang dari 2% lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu. Rata-rata umur kehamilan kembar adalah 35,3 minggu. Selain itu, anggapan bahwa kehamilan kembar berakhir melalui operasi sesar, juga tidak sepenuhnya benar. Kadang, pikiran kita telah terdogma apabila hamil kembar maka dari itu wajib sesar. Hal tersebut sama sekali salah karena janin kembar bisa dilahirkan normal.

Hanya, ada beberapa syarat dan catatan yang wajib dipenuhi. Syarat utamanya yaitu janin pertama yang akan keluar adalah yang posisi kepalanya terendah atau kepala terlebih dahulu; tidak ada kelainan dempet; janin kedua ukurannya masih imbang dengan janin pertama; tidak ada hambatan di jalan lahir; dan rahim tak ada ancaman robek. Selain itu, yang juga penting adalah Mama dan keluarga mantap keinginannya untuk melahirkan normal. Hawwa dan Hayaa, kedua putri kembar Yossi, meski lahir prematur dengan berat lahir rendah (1,5 kg dan 1,34 kg), namun keduanya lahir melalui persalinan normal.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Sudah Imunisasi Batuk Rejan Bag2

Dr. Elyse Kharbanda dari Health Partners Institute for Education and Research di Minneapolis, Amerika Serikat, mengatakan, ketika mamil disuntik, vaksin tersebut akan memproduksi antibodi pelindung yang mencegah bakteri bordetella pertussis masuk ke dalam tubuh dan menyalurkan antibodi itu kepada bayi sebelum dilahirkan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Antibodi ini dapat memberikan perlindungan jangka pendek kepada bayi di awal kehidupannya terhadap batuk rejan. Selain itu, vaksin juga dapat melindungi Mama sehingga Mama tidak sakit dan menularkannya ke bayi/anak. Centers for Disease Control and Prevention (CDC, Badan Pusat Pengawas dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat) menambahkan, menyusui juga dapat menyalurkan antibodi pencegah batuk rejan kepada bayi.

 

Ya, Ma, ketika Mama mendapatkan vaksin batuk rejan saat hamil, antibodi juga mengalir ke dalam ASI. Di Indonesia sendiri, pemberian vaksin selama kehamilan belum rutin dikerjakan. Sumber kepustakaan rekomendasi pemberian vaksin untuk mamil masih diambil dari luar negeri. SAAT TEPAT VAKSINASI Ide pemberian vaksin pada mamil berasal dari adanya harapan antibodi kekebalan pada Mama bisa disalurkan ke janin melalui plasenta. Memang, ada tipe antibodi tertentu yang terbukti bisa disalurkan melewati plasenta, salah satunya adalah Immunoglobulin G (IgG).

Tetapi, jangka waktu bertahannya IgG Mama terbatas di tubuh bayi, hanya sekitar 3-4 bulan Maka itu vaksin pada mamil hanya dapat melindungi bayi selama tiga bulan pertama kehidupannya. Setelah usia 3 bulan, bayi harus memproduksi antibodi sendiri. Itu sebab, waktu yang tepat untuk pemberian vaksin pertusis pada mamil adalah di usia kehamilan 27-36 minggu sesuai dengan perhitungan waktu yang diperlukan untuk pembentukan dan lama bertahannya antibodi spesifik dalam hal ini IgG.

Jika terlalu cepat, misalnya di trimester 2, maka antibodi yang disalurkan ke janin tidak akan bertahan lama, hanya beberapa hari di tubuh bayi baru lahir tersebut, sehingga harapan perlindungan bayi pada tiga bulan pertama kehidupannya tidak tercapai. Pada situs resminya, CDC menyatakan, antibodi pelindung tersebut akan berada di puncaknya sekitar dua minggu setelah Mama mendapatkan vaksinnya. Jadi, Mama sebaiknya mendapatkan vaksinasi di akhir kehamilan, sehingga dapat menyalurkannya dengan maksimal pada janin.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Rahasia Mencerdaskan Buah Hat

Ternyata ada beberapa cara unik yang bias dilakukan untuk merangsang supaya si kecil bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas sehingga ia akan menjadi pintar di kemudian hari. Kecerdasan atau tingkat intelegensi (IQ) yang tinggi dari anak, pada umumnya dianggap merupakan keturunan dari orangtua yang juga mempunyai IQ tinggi. Akan tetapi, dari berbagai penelitian menunjukkan, bahawa kecerdasan tak hanya diturunkan dari orangtua saja, melainkan juga ada beberapa faktor yang memiliki keterkaitan yang erat.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

Dua faktor yang menjadi pengaruh di antaranya adalah pola pengasuhan dan stimulasi yang baik. Jadi, pada waktu si kecil masih dalam usia emas, ketika kemampuan otaknya masih bisa menyerap informasi dengan sangat tinggi, yuk jangan sia-siakan masa ini! beberapa rahasia ini bisa membantu kecerdasan buah hati berkembang dengan optimal. Rahasia 1: Bicara, bicara, dan bicara. Mayoritas anak akan belajar satu kata baru dalam waktu minggu ketika mereka sedang berumur antara 18 dan 24 bulan. Dan dapat menyebutkan antara 50 sampai 100 kata pada waktu sudah berumur dua tahun.

Makin sering Mama mengajak si kecil berbicara, makin banyak juga kata yang bisa ia serap dan simpan pada memori otaknya. Para ahli memberikan contoh agar para orangtua untuk “menarasikan hari” mereka. Itu maksudnya untuk menceritakan kepada si batita apa saja yang sedang Mama lakukan selagi Mama sedang mengerjakannya. Ini merupakan sebuah cara yang sangat baik dalam menjelaskan bermacam-macam kata baru untuk si kecil sepanjang hari. Selain itu juga, Mama sudah mulai bisa untuk menambah koleksi buku untuk bahan bacaan si kecil. Jangan ragu untuk bersenang-senang sambil memakai berbagai suara yang berbeda untuk mengisi suara tiap karakter berbeda yang muncul pada buku dongeng favoritnya.

Pastikan si kecil sering untuk mendengarkan aliran perkataan yang stabil, tapi bukan berasal dari televisi. Percakapan yang berasal dari televisi terlalu cepat untuk telinga anak karena ia gunakan sebagai bahan belajar. Disamping itu dia juga tidak dapat untuk melakukan interaksi. Padahal anak membutuhkan mendengar percakapan, mereka juga butuh untuk melakukan interaksi dan bercakap-cakap sehingga dapat untuk memperkaya pengalaman mereka. Dengan mengajak si kecil berbicara menggunakan aliran percakapan yang konstan dan juga memakai beragam kosakata, Mama bisa membuat buah hati lebih siap untuk tahap belajar membaca, menulis, dan juga mengeja di kemudian hari.

Tanda Tanda Batita Siap Bicara

Ketika batita mulai tertarik dengan benda atau apa pun yang ada di sekelilingnya, itulah saat batita siap bicara. Kekhawatiran itu perlahan- lahan menyusupi benak Fira, ketika Arfi yang minggu depan berulang tahun ke-2 masih juga belum menunjukkan tanda-tanda bicara. Bukannya tak berkomunikasi, lo. Arfi sudah cukup memahami komunikasi dengan orangorang di sekitarnya.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Misal, kalau Fira berkata, “Dek, tolong ambilkan ponsel Bunda,” maka Arfi segera tahu apa yang dimaksud dan mengambilkan ponsel Fira. Atau, kemarin setelah terjatuh, Fira bertanya, “Mana yang sakit?” Maka Arfi dengan segera menunjukkan siku kanannya yang sedikit tergores. Tapi kalau urusan bicara, nanti dulu. Palingpaling Arfi hanya akan merespons dengan “eh” atau “uh”. Waduh… Fira benar-benar bingung. Pernah sekali Fira menanyakan hal ini kepada dokter anaknya.

Si dokter malah menjawab dengan kelakar, “Mamanya bisa bicara, kan? Papanya bisa bicara juga? Ya sudah, nanti juga anaknya akan bicara…” Kalau dipikir-pikir, memang tidak ada keluarga mereka yang mengalami gangguan bicara, sih. Tapi namanya ibu, pastinya Fira agak cemas juga mengapa buah hatinya belum ngomong juga. Apa benar, karena Arfi anak lelaki, makanya bicaranya terlambat dibandingkan dengan anak perempuan yang seumur?

Bergantung Stimulasi

Para ahli mengatakan masalah anak laki-laki lebih lambat bicara daripada anak perempuan masih merupakan dugaan. Kalau menurut psikolog Ika Yuniar, jika pun ada perbedaan, sebenarnya relatif hanya dalam hitungan bulan dan sangat bergantung pada sedikit atau banyaknya stimulasi yang diberikan oleh lingkungan di sekitar anak.

Jadi, sebagai awalnya, orangtua tidak perlu resah dengan dugaan ini. “Lebih baik persiapkan diri untuk mendampingi si batita dengan komunikatif sehingga perkembangan bicaranya pun optimal,” saran Ika. Di usia batita, diharapkan seorang anak sudah mampu mengucapkan 20—50 kata, meskipun pengucapannya belum tepat atau belum sempurna.

Mama Papa pasti masih dapat menangkap maksudnya ketika batita mengatakan “mam” untuk makan, “num” untuk minum, atau “obing” untuk mobil. Ini pun bukan berarti si batita tergolong cadel. Memang kemampuan bicaranya baru sampai pada tahap tersebut. Masalah baru timbul ketika kita juga lingkungan di sekitar cenderung tidak menunjukkan pengucapan yang benar.

Sumber : pascal-edu.com

Memaksimalkan Pengasuh dan Tidak Kehilangan Peran Sebagai Orangtua

KONTROL MAMA PAPA

 Jika anak meniru perilaku yang kurang berkenan dari sang pengasuh, kita dapat mengingatkan pengasuh. Misalnya, pengasuh memiliki kebiasaan me nonton sinetron berjam-jam, Mama Papa bisa meminta padanya untuk menonton ketika anak tidur, karena dewasa ini banyak tayangan sinetron yang tidak edukatif. Akan lebih baik jika kita menyiapkan kegiatan untuk dilakukan pengasuh bersama anak saat kita bekerja. Ini bermanfaat untuk menghindari aktivitas yang kurang bermanfaat, seperti menonton TV tadi.

Luangkan waktu sebelum tidur malam untuk membuat susunan kegiatan (timetable) esok hari dan jangan lupa siapkan juga alat-alat penunjangnya. Dengan timetable, pengasuh akan lebih disiplin menjalankan perannya dan tentunya akan lebih terbantu dalam menghabiskan waktu bersama anak di rumah. Timetable ini juga bisa menjadi bahan diskusi antara ibu dengan anak terkait kegiatannya pada hari itu.

Untuk anak yang akan mengikuti ujian masuk universitas sebaiknya berikan ia pelatihan di kursus IELTS terbaik di Jakarta agar lulus dengan mendapatkan skor yang terbaik.

TETAP DEKAT DENGAN ANAK

Nah, untuk menjalin kedekatan dengan buah hati (yang telanjur dekat dengan pengasuhnya), Mama Papa perlu memiliki kemauan besar untuk mau terlibat dalam kegiatan anak. Jadilah “be here and now” saat bersama anak. Abaikan persoalan lain dan manfaatkan setiap detik yang berarti saat bersama anak. Jangan biarkan persoalan dalam pikiran merusak mood sehingga tanpa sadar kita jadi kurang sabar saat menghadapi tingkah anak.

Biasakan diri juga untuk membuat rencana kegiatan. Sering kali quality time terhambat oleh kebingungan kita akan melakukan kegiatan apa bersama anak, sehingga tak jarang anak akhirnya dibiarkan bermain sendiri atau kembali dipegang oleh pengasuh. Jadi, cobalah menyiapkan permainan, alat bermain, dan kegiatan yang menyenangkan bersama anak. Kalaupun kita hanya punya waktu di akhir pekan bersama anak, pastikan waktu tersebut dapat memberikan manfaat positif sebanyak-banyaknya bagi hubungan kita dan buah hati.

Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari orangtuanya. Saat menyiapkan sarapan, umpamanya, ajak anak menata meja. Percayalah, ada banyak kegiatan sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan bersama anak tanpa perlu memusingkan definisi quality time itu sendiri, sebab setiap waktu bisa menjadi sangat berkualitas bagi anak. Jika Mama dan Papa harus berangkat kerja pagi-pagi sekali, bangunkan anak sebelum berangkat untuk sekadar menyapa dan mengobrol dengannya. Bahkan menurut pada pakar kesehatan, memandikan anak di pagi hari dengan air hangat memberikan lebih banyak manfaat bagi kesehatan anak.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak sempat memandikan anak sebagai salah satu momen kebersamaan di pagi hari, sebab pola kebiasaan bangun dan tidur anak sebenarnya sangat ditentukan oleh kebiasaan yang dibentuk oleh orangtuanya. Saat di kantor, sempatkanlah waktu untuk menghubungi buah hati Mama dan Papa di rumah, minimal satu kali setiap hari. Sampaikan betapa kita sangat rindu padanya dan tak sabar untuk bisa segera bertemu. Hal ini akan menumbuhkan rasa berharga pada anak, bahwa ia dicintai oleh orangtuanya tak peduli sejauh apapun jarak memisahkan mereka.