Sporty Lifestyle Partner PEUGEOT RCZ

Gaya hidup merupakan penggambaran keseluruh­ an diri seseorang yang digunakan untuk ber­ interaksi dengan lingkungannya. Sebagai bentuk penggambaran diri, seseorang harus menunjukan sesuatu yang cukup terlihat di masyarakat. Jika gaya hidup sporti yang dipilih, pemilihan pakaian, hobi, bahkan kendaraan haruslah sesuai agar bisa mendukung penggambaran keseluruhan yang diinginkan.

Bicara soal kendaraan, banyak jenis dan ragam yang bisa dipilih seseorang untuk menunjang gaya hidupnya. Tapi khusus bicara sporti, tidak semua jenis kendaraan bisa masuk kategori ini. Untuk mobil, label sporti tampaknya sangat erat dengan sebuah sedan, apalagi yang menggunakan bentuk bodi kupe. Sedangkan untuk sepeda motor, sebagian besar orang akan setuju bahwa jenis supersport bahkan superbike yang erat kaitannya dengan kesan sporti. Kebetulan kami diberi pilihan Peugeot RCZ dan Kawasaki ZX­6R 636.

Karena kedua kendaraan ini kental bernuansa sporty, aktivitas gaya hidup pemiliknya biasanya juga selaras. Anton dan Resa menerima tantangan untuk “menyelami” gaya hidup sporty dari kedua kendaraan itu sebagai partner mereka. Anton memilih Kawasaki ZX­6R 636 sebagai partnernya. Sedangkan Resa memilih Peugeot RCZ. Di lain sisi, selain memiliki tampilan luar sporti dan mesin yang cukup bertenaga, harga kedua kendaraan ini terbilang tidak terlalu “mencekik leher”.

Jasa SEO Semarang untuk Meningkatkan Penjualan LILIN LILIN KENCUR

Jasa SEO Semarang untuk Meningkatkan Penjualan LILIN LILIN KENCUR – Khasiat jamu beras kencur adalah cerita lama. Yang baru, kencur saat ini bermanfaat pula sebagai aromaterapi. Caranya? Jika kencur (kaempferia galanga l) dibakar, maka akan keluar minyak atsiri (borneol dan sineol). minyak lantas dicampur dengan stearin dan parafn hingga menjadi lilin. Dan begitu lilin dibakar keluarlah aroma wangi.

Tak hanya harum, tapi juga menghembuskan farmakoterapi – yang diyakini memberi efek menenangkan, rileks, dan nyaman. Bagus buat penderita insomnia alias susah tidur. khasiat lain aroma minyak atsiri ini juga sebagai antiserangga. Agar lebih menarik, lilin dibuat beragam warna dan bentuk.

Selain dapat menambah nilai jual produk, lilin aromaterapi ini juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan kencur sebagai terapi pengobatan. Dengan demikian mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat-obatan kimia yang memiliki efek negatif terhadap kesehatan.

Bentuk Inovasi Cucilah kencur sampai bersih, lalu digeprek agar minyak atsiri yang dihasilkan lebih banyak. Setelah itu kencur dimasukkan ke dalam ketel untuk dilakukan proses penyulingan menggunakan metode steam destilation.

Untuk pembuatan lilin, lakukan penimbangan stearin dan parafn (bahan baku pembuat lilin) dengan perbandingan 1:4. Selanjutnya dilakukan pemanasan parafn dan stearin, pada gelas piala yang berbeda. Campurkan bubuk pewarna ke dalam parafn yang dipanaskan. Setelah semua bahan tercampur, tambahkan fksatif (minyak nilam) dan minyak kencur dengan menggunakan pipet.

Aduk merata campuran, lalu masukan ke dalam cetakan yang sebelumnya telah dilumasi minyak parafn dan diberi sumbu. Diamkan hingga campuran mengeras. Cetakan lilin bisa berupa bentuk binatang, bunga, dan lainnnya. Agar menarik lilin juga diberi pewarna.

Dengan menggunakan jasa SEO Semarang dapat meningkatkan penjualan produk anda. Jasa SEO semarang merupakan cara terbaik dan murah dalam hal pencapaian situs penjualan Anda di Google Search. Untuk itulah jangan salah pilih dalam hal memilih jasa SEO yang terpercaya. Karena tidak semua memiliki cara yang sama untuk meningkatkan kualitas situs Anda di mata Google. Hanya jasa SEO yang menggunakan cara terbaik dan benar yang dapat bertahan lama di ranking Google.

Potensi Kerawanan Masih Tinggi

[ J A K A RTA ] P o t e n s i k e r a w a n a n y a n g b i s a mengganggu pelaksanaan pilkada serentak pada Rabu (27/6) masih cukup tinggi. Kerawanan tertinggi terkait dengan akurasi data pemilih yang masih cukup lemah. Hal ini sangat berpotensi membuat warga kehilangan hak pilihnya. Selain itu, persoalan logistik terutama kecukupan kertas suara, netralitas petugas dan pemahaman terhadap hal-hal teknis pilkada, serta politik uang menjelang dan sesudah pemungutan suara, juga harus diperhatikan untuk menjamin pilkada di 171 daerah berjalan aman dan lancar. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay, dan Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta, di Jakarta, Selasa (26/6). Titi mengungkapkan, berkaca dari pengalaman pilkada sebelumnya, ada sejumlah potensi kerawanan yang mungkin terjadi. Di antaranya politik uang, intimidasi, hingga penyalahgunaan formulir C-6 (formulir undangan bagi warga untuk memilih di TPS). “Termasuk juga ketidaknetralan petugas pemilihan, kampanye di masa tenang atau hari pemungutan suara, juga kekurangan surat suara atau logistik pilkada. Termasuk pula pemilih yang memilih lebih dari satu kali,” ungkapnya. Karena itu, ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian bersama, terutama Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kami meminta KPU mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih ada dan potensi kerawanan yang teridentifikasi, untuk memastikan terjaminnya hak pilih warga secara adil, demokratis, dan aman,” tandasnya. Diingatkan, KPU harus memastikan seluruh logistik pemilihan, mulai dari surat suara, kotak suara, serta perlengkapan lainnya untuk tidak terlambat, tidak rusak, serta cukup sesuai dengan kebutuhan. “Jangan sampai persoalan distribusi logistik pemilu justru memunculkan ruang kecurangan di dalam proses pemungutan suara Pilkada 2018,” jelasnya.

Sementara itu, Hadar Nafis Gumay menilai, ada banyak potensi kerawanan pilkada yang harus siap dihadapi oleh KPU dan jajarannya, termasuk aparat penegak hukum. Salah satunya yakni permasalahan mendasar seperti politik uang yang disinyalir masih akan mewarnai Pilkada serentak 2018. “Berdasarkan pengalaman selama ini, politik uang dan intimidasi terhadap pemilih untuk mempengaruhi pilihan adalah pelanggaran atau kecurangan pilkada yang mungkin terjadi,” katanya. Potensi kerawanan lain yakni adanya upaya intimidasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu agar tidak memilih calon tertentu. Praktik ini biasa dilakukan agar masyarakat takut untuk memilih calon yang dianggapnya lebih baik ketimbang calon lain dan biasanya diselubungi dengan politik SARA. Hal lain yang perlu menjadi perhatian, menurut Hadar, yakni masih adanya kerawanan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan berjenjang mulai dari tempat pemungutan suara (TPS) hingga KPU di kabupaten atau kota. Terkait hal itu pula, perlu diperhatikan pencatatan sah atau tidaknya oleh petugas pada formulir C1 plano, harus sesuai dengan penandaan. Penghitungan jumlah surat suara juga harus sesuai dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya, sekaligus sesuai dengan surat suara yang rusak dan tidak sah.

“Warga dan saksi sebaiknya ikut memantau penghitungan dengan memfoto formulir C1 plano yang sudah selesai dan kemudian diposting di berbagai medsos. Selanjutnya perlu mengecek di publikasi Situng (sistem informasi KPU untuk publikasi C1 yang sudah dipindai atau di-scan) apakah sesuai dengan yang kita catat atau foto. Jika terjadi perbedaan, perlu disampaikan kepada KPU dan Bawaslu,” ungkap Hadar. DPT Bermasalah Secara terpisah, KIPP dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, potensi kerawanan yang sangat mendasar adalah daftar pemilih yang masih bermasalah. Hampir di semua daerah yang melaksanalan pilkada dilaporkan adanya warga yang berhak memilih ternyata tidak ada dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sebaliknya, warga yang seharusnya tidak berhak memilih (meninggal dunia, pindah domisili) masih terdaftar DPT. “Persoalan data pemilih masih menjadi persoalan yang masih menjadi laporan terbanyak yang terjadi hampir di seluruh daerah yang melaksanakan pilkada. Keluhan warga yang belum mendapatkan form C6 masih terus mengalir dari berbagai daerah,” jelas Kaka Suminta dalam keterangan tertulis KIPP.

Menurutnya, upaya pemerintah membantu warga yang belum memiliki KTP elektronik dengan menerbitkan surat keterangan (suket), jika tidak dilakukan dengan cermat, malah bisa menjadi kontraproduktif dan menimbulkan persoalan. “Juga adanya potensi pemilih siluman akibat penerbitan KTP elektronik dan suret keterangan yang tidak benar serta tak dikoordinasikan dengan KPU dan Bawaslu, serta potensi pemilih siluman lintas batas sebagai dampak libur nasional di semua daerah,” katanya. Selain itu, hak pemilih tahanan di lembaga pemasyarakatan, panti sosial dan rumah sakit, selain rawan manipulasi, juga rawan mobilisasi. Secara khusus, KIPP meminta perhatian untuk wilayah Papua dan wilayah terpencil, yang rawan akibat kondisi geografis setempat. Selain distribusi logistik, potensi kerawanan juga menyangkut keamanan dan netralitas aparat, serta rawan manipulasi dalam proses pungut hitung suara hingga rekapitulasi hasil. Sementara itu, Komisioner KPU Viryan menegaskan, bahwa pemilih yang tidak bisa menunjukkan KTP elektronik atau suket saat datang ke TPS, masih bisa menggunakan sejauh bisa menunjukkan formulir C-6. “Kita sudah mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut, bisa menggunakan C-6,” ujarnya. Dalam surat edaran yang dimaksud, jika pemilih yang terdaftar dalam DPT tidak dapat menunjukkan KTP elektronik atau suket kepada KPPS, yang bersangkutan diperbolehkan menggunakan hak pilihnya dengan ketentuan petugas KPPS memastikan bahwa formulir C-6 yang dibawa sesuai dengan pemilih yang bersangkutan.

Lahir dari Dalam Laboratorium

B erawal dari sebuah Laboratorium bernama SMART Lab, yang dibangun atas kemitraan antara USAID dan Universitas Sampoerna, para peserta dan fasili- tator SMART Lab membentuk sebuah komunitas yang dinamakan SMART Lab. Komunitas yang berbasis Lab ini didirikan oleh fasilitator SMART Lab yang merupakan pengamat dunia robotika Indonesia, Adiatmo Rahardi. Komunitas SMART Lab memfasilitasi para siswa yang masih berada di Sekolah Menengah Atas agar dapat belajar bersama para pakar Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Dalam menjalankan program-programnya, saat ini komunitas SMART Lab bekerja sama dengan Intel Indonesia Corporation, the New York Hall of Science (NYSCI), Tufts University, dan Komunitas Robot Indonesia. Latar belakang dan tujuan SMART Lab merupakan sebuah laboratorium yang menjadi pusat pengembangan dan sosialisasi pendidikan STEM (Science,Technology, Engineering and Math education) di Indonesia.

Sumber :

https://teknorus.com/wa-web/

Lab ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan STEM di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Sejak didirikan sampai saat ini, SMART Lab menggunakan kampus Universitas Sampoerna, di Jalan MT Haryono Kav 58-60, Pancoran, Jakarta Selatan, sebagai basecamp-nya. Anggota komunitas SMART Lab ini sudah meancapai sekitar 1000 pelajar Sekolah Menengah Atas. Jumlah yang cukup banyak. Akan tetapi, komunitas ini juga memiliki target anggota, yaitu 5000 pelajar di akhir tahun 2015. Aktivitas sehari-hari Kegiatan komunitas SMART Lab biasanya berlangsung setiap Senin sampai Jumat setiap minggunya.

Di hari Kamis, para anggota komunitas selalu belajar konsep robotika dan Internet of Things menggunakan platform Arduino. Sementara di hari Jumat, mereka membahas dunia printer 3D yang diasuh oleh salah satu anggota Komunitas Robot Indonesia, Jafar Irawan. “Senang sekali punya kesempatan belajar di SMART Lab, bisa mencoba operasikan printer 3D dan belajar Arduino dari para ahlinya” ungkap Rafdy Amestira, salah satu anggota SMART Lab dari SMA Negeri 54 Jakarta Pelaksanaan kurikulum dan kegiatan Komunitas SMART Lab sendiri masih dipegang oleh pendiri komunitas ini. “Lewat SMART Lab, para siswa akan diajarkan ilmu robotika dan konsep Internet of Things berbasis STEM. Konsep IoT sendiri juga didukung penuh oleh Intel Indonesia” ujar Adiatmo Rahardi saat berbincang-bincang dengan CHIP mengenai komunitas SMART LAB di salah satu cafe di bilangan Jakarta Selatan. Guna menambah wawasan dan pergaulan, SMART Lab sendiri dikelola oleh Institute for Social Development and Community Outreach (ISDCO) yang dikepalai oleh Media Ayu sebagai Direktur dan Ilan Asqolani sebagai Direktur Program. ISDCO adalah institusi yang dibentuk oleh Sampoerna Foundation untuk mengawasi dan menjalankan program-program di SMART Lab. Untuk ke depannya, komunitas SMART Lab ini tentu memiliki target jangka panjang, yaitu ingin membantu dan menambah pengetahuan guru-guru dalam dunia STEM.

Berbagai pendeka- tan kerap mereka lakukan, salah satunya melalui metode komunikasi yang inovatif, menyenangkan, dan tentu saja kreatif. Bagaimana menjadi anggota? Komunitas yang membahas tentang dunia STEM ini memang memiliki target hingga 5000 anggota di tahun ini. Berbagai informasi tentang dunia engineering, matematika, dan berbagai teknologi terkini bisa didapatkan dengan saling tukar pengetahuan. Siapa saja bisa menjadi anggota komunitas ini. Yang penting, mereka harus tertarik dengan dunia STEM. Untuk menjadi anggota komunitas Smart Lab, Anda cukup mengontak komunitas ini di Universitas Sampoerna

Sunarto Kembali Mempertajam Lini Depan Arema FC

MALANG — Arema FC akhirnya membawa pulang Sunarto alias Si Joker. Sebelumnya, Sunarto dipinjamkan Arema ke Persiba Balikpapan dan memperkuat Persis Solo dalam Liga 2 Indonesia 2018. Sunarto bukanlah nama baru di skuad tim berjulukan Singo Edan itu. Pemain yang kerap diturunkan ketika Arema mengalami kebuntuan itu tidak jarang menjadi penyelamat timnya dari kekalahan. Makanya dia dijuluki Si Joker. Pelatih Arema, Milan Petrovic, mengatakan kedatangan Sunarto membuat banyak pilihan di lini depan. Hanya, Sunarto belum bisa diturunkan dalam laga terakhir sebelum rehat karena perhelatan Asian Games 2018. “Secara fisik masih belum siap.Tak mungkin memainkannya saat menghadapi Pusamania Borneo,” ucap Milan. Meski belum banyak mengetahui kemampuan Sunarto, Milan mengaku senang karena pemain itu bisa ditempatkan diposisi sayap. Kehadiran Sunarto menjadikan Arema tanpa penyerang asing dalam putaran kedua Liga 1.

Sebab, beberapa penyerang yang menghuni skuad Arema saat ini semuanya pemain lokal, yakni Dedik Setiawan, Rivaldi Bawuo, dan Ahmad Nur Hardianto. Manajemen Singo Edan sebenarnya telah membidik pemain berkebangsaan Bahrain untuk mengisi slot pemain asing Asia di lini depan. Sayangnya, hal itu gagal dan akhirnya manajemen memilih memulangkan Sunarto. Setelah mendatangkan Sunarto, di sisi lain manajemen Arema secara resmi malah melepas pelatih fisik Dusan Momcilovic. Keputusan itu dinilai mengejutkan karena kinerja Momcilovic dinilai cukup bagus. Kondisi fisik para pemain Arema jauh lebih terkontrol karena keberadaan pelatih yang akrab disapa Dule itu. Dengan dilepasnya pelatih fisik tersebut, Milan mengaku cukup berat karena tim harus kembali beradaptasi dan menyesuaikan dengan program-program tanpa Dusan. “Kondisi ini memang cukup berat. Kami harus menyiapkan semua program sendirian, termasuk latihan fisik. Tapi saya tetap menghormati apa yang sudah diputuskan manajemen,” tutur dia