Live Painting Atau Metaekologi Kedua bag7

Kanvas dan cat selama pertunjukan berlangsung terasa sama dengan tubuh-tubuh penari itu. Bahkan ketujuh air mancur pun menyatu dalam sebuah peristiwa, bukan sekadar unsur. Ringkasnya, semua yang ada di arena lingkaran itu utuh menyatu, tak terbeda-bedakan. Kesemuanya seolah-olah membentuk sesuatu yang bergerak bersama.

Bahwa kan vas tersebut kemudian dianggap sebagai lukisan untuk dipajang di dinding, pada hemat saya itu kebetulan. Live Painting mengingatkan saya pada Metaekologi (1979), ketika lumpur dan penari adalah satu, adalah alam. Sedangkan dalam Live Painting yang menyatu adalah alam dan benda hasil produksi. Karena itu, sengaja atau tidak, tempat pertunjukan yang ditawarkan oleh Ong Keng Sen pas: ruang terbuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.