Goyah Karena Hasil Survei

Pulang dari kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis siang pe kan lalu, Presiden Joko Widodo memanggil Budi Arie Setia di, Ketua Umum Projo. Ia mengajak pemimpin kelompok relawan pendukungnya itu mendiskusikan peta terakhir pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Bukan rahasia, Jokowi menginginkan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama melanjutkan kepemimpinannya di Ibu Kota.

Namun, dalam pertemuan di Istana Merdeka itu, menurut sejumlah sumber, Budi justru membeberkan tingkat elektabilitas sang inkumben yang terus menurun. ”Basuki disebutkan bisa saja kalah,” kata narasumber yang mengetahui isi pertemuan itu. Melihat kecenderungan itu, Jokowi dan Budi membahas skenario jika Basuki benar-benar kalah dalam pemilihan. Mereka sepakat, pemenang yang mengalahkan Basuki ”harus berkualifkasi baik”.

Hamil Kembar Sehat Dan Aman Bag2

Hal ini tentu akan berisiko bayi beratnya kecil, selain juga risiko lahir lebih cepat atau prematur karena kapasitas rahim lebih cepat mencapai maksimal. Untuk kehamilan lebih dari dua janin tentu memiliki risiko lebih banyak lagi. Mengapa? Pasalnya, rahim yang tak mampu menampung berat janin (lebih dari dua) menyebabkan terjadinya proses persalinan prematur.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Oleh karena itu, pada kehamilan kembar, standar harapan lahir per bayi di atas 1.800 g dengan umur kehamilan di atas 34 minggu sudah sangat bagus dan kemungkinan hidup sudah tinggi. Akan tetapi, bukan berarti risiko bayi lahir prematur selalu terjadi pada kehamilan kembar. Enggak selalu, kok, Ma. Bahkan, ada juga kehamilan kembar yang mencapai umur kehamilan 40 minggu saat persalinan. Satu penelitian pada 2009 menyebutkan, sebanyak 11,4% kembar lahir sangat prematur sebelum usia kehamilan 32 minggu dan lebih dari separuh (58%) lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu.

 

Bila dibandingkan dengan kehamilan tunggal yang hanya 10% lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu dan kurang dari 2% lahir sebelum usia kehamilan 32 minggu. Rata-rata umur kehamilan kembar adalah 35,3 minggu. Selain itu, anggapan bahwa kehamilan kembar berakhir melalui operasi sesar, juga tidak sepenuhnya benar. Kadang, pikiran kita telah terdogma apabila hamil kembar maka dari itu wajib sesar. Hal tersebut sama sekali salah karena janin kembar bisa dilahirkan normal.

Hanya, ada beberapa syarat dan catatan yang wajib dipenuhi. Syarat utamanya yaitu janin pertama yang akan keluar adalah yang posisi kepalanya terendah atau kepala terlebih dahulu; tidak ada kelainan dempet; janin kedua ukurannya masih imbang dengan janin pertama; tidak ada hambatan di jalan lahir; dan rahim tak ada ancaman robek. Selain itu, yang juga penting adalah Mama dan keluarga mantap keinginannya untuk melahirkan normal. Hawwa dan Hayaa, kedua putri kembar Yossi, meski lahir prematur dengan berat lahir rendah (1,5 kg dan 1,34 kg), namun keduanya lahir melalui persalinan normal.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Nyoman Gunarsa Bali Luar Dalam Bag3

Dalam pameran ini, hadir tiga lukisan Nyoman, tak lagi mengingatkan pada lukisan AFandi, meski goresannya tetap ekspresif. Pokok lukisannya benda-benda upacara keagamaan Bali. Sejak 1970-an inilah saya kira lahir lukisan-lukisan khas Nyoman Gunarsa. Ia mulai dengan sungguh-sungguh menengok ke dalam diri yang Bali, meski ia tinggal di Yogya. Pelukis kelahiran Klungkung ini tampaknya ”menemukan” Bali yang sudah mengendap di bawah sadarnya. Ornamen, wayang, dan tari Bali satu demi satu muncul sebagai pokok lukisan Nyoman. Dari karya-karyanya, tampak bahwa ia tak mengalami kesulitan memahami dan menggambarkan bentuk dan spirit ke-Bali-an pada kanvas-kanvasnya dalam corak yang khas Nyoman.

Sudah Imunisasi Batuk Rejan Bag2

Dr. Elyse Kharbanda dari Health Partners Institute for Education and Research di Minneapolis, Amerika Serikat, mengatakan, ketika mamil disuntik, vaksin tersebut akan memproduksi antibodi pelindung yang mencegah bakteri bordetella pertussis masuk ke dalam tubuh dan menyalurkan antibodi itu kepada bayi sebelum dilahirkan.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Antibodi ini dapat memberikan perlindungan jangka pendek kepada bayi di awal kehidupannya terhadap batuk rejan. Selain itu, vaksin juga dapat melindungi Mama sehingga Mama tidak sakit dan menularkannya ke bayi/anak. Centers for Disease Control and Prevention (CDC, Badan Pusat Pengawas dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat) menambahkan, menyusui juga dapat menyalurkan antibodi pencegah batuk rejan kepada bayi.

 

Ya, Ma, ketika Mama mendapatkan vaksin batuk rejan saat hamil, antibodi juga mengalir ke dalam ASI. Di Indonesia sendiri, pemberian vaksin selama kehamilan belum rutin dikerjakan. Sumber kepustakaan rekomendasi pemberian vaksin untuk mamil masih diambil dari luar negeri. SAAT TEPAT VAKSINASI Ide pemberian vaksin pada mamil berasal dari adanya harapan antibodi kekebalan pada Mama bisa disalurkan ke janin melalui plasenta. Memang, ada tipe antibodi tertentu yang terbukti bisa disalurkan melewati plasenta, salah satunya adalah Immunoglobulin G (IgG).

Tetapi, jangka waktu bertahannya IgG Mama terbatas di tubuh bayi, hanya sekitar 3-4 bulan Maka itu vaksin pada mamil hanya dapat melindungi bayi selama tiga bulan pertama kehidupannya. Setelah usia 3 bulan, bayi harus memproduksi antibodi sendiri. Itu sebab, waktu yang tepat untuk pemberian vaksin pertusis pada mamil adalah di usia kehamilan 27-36 minggu sesuai dengan perhitungan waktu yang diperlukan untuk pembentukan dan lama bertahannya antibodi spesifik dalam hal ini IgG.

Jika terlalu cepat, misalnya di trimester 2, maka antibodi yang disalurkan ke janin tidak akan bertahan lama, hanya beberapa hari di tubuh bayi baru lahir tersebut, sehingga harapan perlindungan bayi pada tiga bulan pertama kehidupannya tidak tercapai. Pada situs resminya, CDC menyatakan, antibodi pelindung tersebut akan berada di puncaknya sekitar dua minggu setelah Mama mendapatkan vaksinnya. Jadi, Mama sebaiknya mendapatkan vaksinasi di akhir kehamilan, sehingga dapat menyalurkannya dengan maksimal pada janin.

Sumber : https://ausbildung.co.id/