Rica-Rica Khas Minahasa

Bagi sebagian masyarakat Minahasa, konotasi ënak” sama dengan pedas. Boleh dibilang ciri khas kuliner di sana adalah pedas dan harum. Karena selain pedas, mereka sangat senang menggunakan dedaunan pengharum seperti daun jeruk, daun pandan, daun kemangi, dan daun-daun lainnya. Rasa pedas dalam kuliner Minahasa bisa jadi tidak bisa diterima oleh lidah orang Jawa atau penduduk lain karena begitu pedasnya. Maklum cabai rawit mereka memang terbilang sangat pedas.

Salah satu masakan yang menonjol pedasnya adalah cakalang goro rica. Sebetulnya dahulu di tahun 15-an, orang Minahasa memanfaatkan jahe merah untuk mendapatkan rasa pedas, bukan cabai rawit. Tetapi di penghujung tahun 15-an itu, orang Spanyol memperkenalkan cabai rawit. Dan tampaknya pedasnya cabai rawit lebih pas hingga diterima sampai saat ini.

Meskipun jahe pun tetap digunakan dalam berbagai masakan di situ. Karena cintanya orang Minahasa akan cabai, kebutuhan cabai di sana bisa mencapai ton-tonan. Itu sudah menunjukkan bahwa hampir semua masyarakat pencinta masakan yang sangat pedas. Kami mencoba meresepkan hidangan mereka dengan rasa pedas yang tidak terlalu menggigit. Anda bisa menirunya tanpa terkaing-kaing. Selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *