Rica-Rica Khas Minahasa

Bagi sebagian masyarakat Minahasa, konotasi ënak” sama dengan pedas. Boleh dibilang ciri khas kuliner di sana adalah pedas dan harum. Karena selain pedas, mereka sangat senang menggunakan dedaunan pengharum seperti daun jeruk, daun pandan, daun kemangi, dan daun-daun lainnya. Rasa pedas dalam kuliner Minahasa bisa jadi tidak bisa diterima oleh lidah orang Jawa atau penduduk lain karena begitu pedasnya. Maklum cabai rawit mereka memang terbilang sangat pedas.

Salah satu masakan yang menonjol pedasnya adalah cakalang goro rica. Sebetulnya dahulu di tahun 15-an, orang Minahasa memanfaatkan jahe merah untuk mendapatkan rasa pedas, bukan cabai rawit. Tetapi di penghujung tahun 15-an itu, orang Spanyol memperkenalkan cabai rawit. Dan tampaknya pedasnya cabai rawit lebih pas hingga diterima sampai saat ini.

Meskipun jahe pun tetap digunakan dalam berbagai masakan di situ. Karena cintanya orang Minahasa akan cabai, kebutuhan cabai di sana bisa mencapai ton-tonan. Itu sudah menunjukkan bahwa hampir semua masyarakat pencinta masakan yang sangat pedas. Kami mencoba meresepkan hidangan mereka dengan rasa pedas yang tidak terlalu menggigit. Anda bisa menirunya tanpa terkaing-kaing. Selamat mencoba.

Dapat Dikontrol Lewat LAN ala NET89

Dapat Dikontrol Lewat LAN ala NET89. Memilih proyektor bukanlah hal yang mudah. Banyak yang menjadi pertimbangan, antara lain tingkat kecerahan dan bobot. Panasonic coba menawarkan proyektor dengan nama PT­LB360 XGA untuk menjawab kebutuhan konsumen akan proyektor yang cukup ringan dan memiliki tingkat kecerahan yang tinggi. Proyektor ini didominasi warna putih. Dengan bobot sekitar 2,8 kg, proyektor ini tidak terlalu memberatkan penggunanya yang sering bepergian.

Dalam pengoperasiannya, proyektor ini mengandalkan remote control bawaan. Jika proyektor terhubung ke LAN, pengguna dapat mengontrolnya langsung via web browser dari PC yang juga terhubung ke LAN yang sama. Tingkat kecerahan proyektor tergolong tinggi, yaitu 3.700 lm. Ditambah lagi feature Daylight View Lite yang memberikan tampilan yang lebih jelas ketika berada di ruangan yang terang. Proyektor ini juga mendukung mode presentasi tanpa komputer. Dengan memanfaatkan port USB di proyektor, pengguna dapat langsung memproyeksikan isi USB drive­nya.

Sayangnya, file yang didukung hanya terbatas pada format JPEG / BMP, TXT, dan PDF. Untuk format file lain, metode konvensional harus digunakan. Tersedia banyak pilihan port untuk menghubungkan proyektor ke komputer. Mulai dari analog AV yang banyak ditemukan di DVD player lawas, D­sub yang umum ada di komputer kebanyakan, HDMI, hingga USB display. Banyaknya port IO yang tersedia memang menjadi salah satu poin plus proyektor ini, karena memberikan fleksibilitas bagi penggunanya. Proyektor ini juga dilengkapi dengan speaker internal 10 W.

Kualitasnya hanya mono, namun suara yang dihasilkan sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan presentasi di ruangan kecil. Satu hal yang cukup disayangkan adalah dukungan resolusinya yang terbatas hingga XGA (1024 x 768). Mengenai konsumsi listrik, proyektor ini membutuhkan daya hingga 300 W. Tersedia mode Eco untuk menghemat konsumsi listrik ketika idle hingga menjadi 0,5 W. Mode Eco juga dapat menurunkan tingkat kebisingan proyektor menjadi 26 dB, membuat proyektor ini nyaris tidak terdengar ketika beroperasi.

SPESIFIKASI produsen: panasonic harga: rp 8.850.000 distributor: indovisual presentatama Telepon: (021) 641 2131 DATA TEKNIS contrast ratio: 10.000 : 1 brightness: 3.700 lm resolusi: xga, 1024 x 768 input: hdmi, d-sub, analog av, se rial, usb, lan bobot: 2.8 kg special feature: control via lan, eco-mode, daylight view lite, real time Keystone correction, usb viewer PAKET PENJUALAN user manual, kartu garansi, driver, kabel po wer, remote control + baterai aaa x2, kabel d-sub male-to-male