Memaksimalkan Pengasuh dan Tidak Kehilangan Peran Sebagai Orangtua

KONTROL MAMA PAPA

 Jika anak meniru perilaku yang kurang berkenan dari sang pengasuh, kita dapat mengingatkan pengasuh. Misalnya, pengasuh memiliki kebiasaan me nonton sinetron berjam-jam, Mama Papa bisa meminta padanya untuk menonton ketika anak tidur, karena dewasa ini banyak tayangan sinetron yang tidak edukatif. Akan lebih baik jika kita menyiapkan kegiatan untuk dilakukan pengasuh bersama anak saat kita bekerja. Ini bermanfaat untuk menghindari aktivitas yang kurang bermanfaat, seperti menonton TV tadi.

Luangkan waktu sebelum tidur malam untuk membuat susunan kegiatan (timetable) esok hari dan jangan lupa siapkan juga alat-alat penunjangnya. Dengan timetable, pengasuh akan lebih disiplin menjalankan perannya dan tentunya akan lebih terbantu dalam menghabiskan waktu bersama anak di rumah. Timetable ini juga bisa menjadi bahan diskusi antara ibu dengan anak terkait kegiatannya pada hari itu.

Untuk anak yang akan mengikuti ujian masuk universitas sebaiknya berikan ia pelatihan di kursus IELTS terbaik di Jakarta agar lulus dengan mendapatkan skor yang terbaik.

TETAP DEKAT DENGAN ANAK

Nah, untuk menjalin kedekatan dengan buah hati (yang telanjur dekat dengan pengasuhnya), Mama Papa perlu memiliki kemauan besar untuk mau terlibat dalam kegiatan anak. Jadilah “be here and now” saat bersama anak. Abaikan persoalan lain dan manfaatkan setiap detik yang berarti saat bersama anak. Jangan biarkan persoalan dalam pikiran merusak mood sehingga tanpa sadar kita jadi kurang sabar saat menghadapi tingkah anak.

Biasakan diri juga untuk membuat rencana kegiatan. Sering kali quality time terhambat oleh kebingungan kita akan melakukan kegiatan apa bersama anak, sehingga tak jarang anak akhirnya dibiarkan bermain sendiri atau kembali dipegang oleh pengasuh. Jadi, cobalah menyiapkan permainan, alat bermain, dan kegiatan yang menyenangkan bersama anak. Kalaupun kita hanya punya waktu di akhir pekan bersama anak, pastikan waktu tersebut dapat memberikan manfaat positif sebanyak-banyaknya bagi hubungan kita dan buah hati.

Libatkan anak dalam kegiatan sehari-hari orangtuanya. Saat menyiapkan sarapan, umpamanya, ajak anak menata meja. Percayalah, ada banyak kegiatan sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan bersama anak tanpa perlu memusingkan definisi quality time itu sendiri, sebab setiap waktu bisa menjadi sangat berkualitas bagi anak. Jika Mama dan Papa harus berangkat kerja pagi-pagi sekali, bangunkan anak sebelum berangkat untuk sekadar menyapa dan mengobrol dengannya. Bahkan menurut pada pakar kesehatan, memandikan anak di pagi hari dengan air hangat memberikan lebih banyak manfaat bagi kesehatan anak.

Jadi tidak ada alasan untuk tidak sempat memandikan anak sebagai salah satu momen kebersamaan di pagi hari, sebab pola kebiasaan bangun dan tidur anak sebenarnya sangat ditentukan oleh kebiasaan yang dibentuk oleh orangtuanya. Saat di kantor, sempatkanlah waktu untuk menghubungi buah hati Mama dan Papa di rumah, minimal satu kali setiap hari. Sampaikan betapa kita sangat rindu padanya dan tak sabar untuk bisa segera bertemu. Hal ini akan menumbuhkan rasa berharga pada anak, bahwa ia dicintai oleh orangtuanya tak peduli sejauh apapun jarak memisahkan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *