Bola Durian Cornflake

Bahan: 225 gram tepung terigu protein sedang 150 gram daging durian, haluskan 25 gram gula pasir halus 1 sendok teh ragi instan 1/4 sendok teh garam 1 butir telur 50 ml air 25 gram margarin 25 gram chocolate chips minyak untuk menggoreng

Bahan taburan: 100 gram cornflake, hancurkan kasar

Cara membuat: 1. Campur tepung terigu, daging durian, gula pasir, dan ragi instan. Uleni sampai tercampur rata. 2. Masukkan telur dan air sedikit sedikit sambil diuleni sampai licin. 3. Tambahkan margarin dan garam. Uleni sampai licin. Masukkan chocolate chip. Aduk sampai tersebar. Diamkan adonan 20 menit sampai mengembang. 4. Bentuk bulat adonan dengan sendok. Gulingkan di atas cornflake. 5. Goreng menggunakan minyak yang telah dipanaskan dengan api sedang sampai matang.

Jasa SEO Semarang untuk Meningkatkan Penjualan LILIN LILIN KENCUR

Jasa SEO Semarang untuk Meningkatkan Penjualan LILIN LILIN KENCUR – Khasiat jamu beras kencur adalah cerita lama. Yang baru, kencur saat ini bermanfaat pula sebagai aromaterapi. Caranya? Jika kencur (kaempferia galanga l) dibakar, maka akan keluar minyak atsiri (borneol dan sineol). minyak lantas dicampur dengan stearin dan parafn hingga menjadi lilin. Dan begitu lilin dibakar keluarlah aroma wangi.

Tak hanya harum, tapi juga menghembuskan farmakoterapi – yang diyakini memberi efek menenangkan, rileks, dan nyaman. Bagus buat penderita insomnia alias susah tidur. khasiat lain aroma minyak atsiri ini juga sebagai antiserangga. Agar lebih menarik, lilin dibuat beragam warna dan bentuk.

Selain dapat menambah nilai jual produk, lilin aromaterapi ini juga dapat mengoptimalkan pemanfaatan kencur sebagai terapi pengobatan. Dengan demikian mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat-obatan kimia yang memiliki efek negatif terhadap kesehatan.

Bentuk Inovasi Cucilah kencur sampai bersih, lalu digeprek agar minyak atsiri yang dihasilkan lebih banyak. Setelah itu kencur dimasukkan ke dalam ketel untuk dilakukan proses penyulingan menggunakan metode steam destilation.

Untuk pembuatan lilin, lakukan penimbangan stearin dan parafn (bahan baku pembuat lilin) dengan perbandingan 1:4. Selanjutnya dilakukan pemanasan parafn dan stearin, pada gelas piala yang berbeda. Campurkan bubuk pewarna ke dalam parafn yang dipanaskan. Setelah semua bahan tercampur, tambahkan fksatif (minyak nilam) dan minyak kencur dengan menggunakan pipet.

Aduk merata campuran, lalu masukan ke dalam cetakan yang sebelumnya telah dilumasi minyak parafn dan diberi sumbu. Diamkan hingga campuran mengeras. Cetakan lilin bisa berupa bentuk binatang, bunga, dan lainnnya. Agar menarik lilin juga diberi pewarna.

Dengan menggunakan jasa SEO Semarang dapat meningkatkan penjualan produk anda. Jasa SEO semarang merupakan cara terbaik dan murah dalam hal pencapaian situs penjualan Anda di Google Search. Untuk itulah jangan salah pilih dalam hal memilih jasa SEO yang terpercaya. Karena tidak semua memiliki cara yang sama untuk meningkatkan kualitas situs Anda di mata Google. Hanya jasa SEO yang menggunakan cara terbaik dan benar yang dapat bertahan lama di ranking Google.

40 Buah Kue Pisang Isi Kelapa Nangka

Bahan: 150 gram tepung beras 50 gram tepung kanji 250 gram pisang ambon, haluskan 650 ml santan dari 1 butir kelapa 1 lembar daun pandan 1/2 sendok teh garam 100 gram gula merah, sisir Daun pisang untuk membungkus

Bahan ISI: 6 buah mata nangka, dipotong kotak 200 gram kelapa, diparut kasar 200 ml air • 1/4 sendok teh garam 2 lembar daun pandan 75 gram gula pasir

Cara membuat: 1. Isi, masak semua bahan isi jadi satu sambil diaduk sampai mengering. Sisihkan. 2. Larutkan tepung kanji menggunakan 50 ml santan (dari 650 ml santan) lalu Sisihkan. 3. Campur sisa santan, tepung beras, pisang, daun pandan, garam, dan gula merah. Rebus sambil diaduk sampai meletup-letup. Angkat.

4. Tambahkan larutan tepung kanji. Aduk sampai kalis. 5. Sendokkan sedikit adonan di atas daun pisang. Pipihkan. Beri isi. Tutup dengan adonan. Bungkus persegi panjang. 6. Kukus menggunakan kukusan yang telah dipanaskan, selama waktu 20 menit hingga terlihat matang.

Hot Vegetable Tempura dari Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Hot Vegetable Tempura dari Catering Sehat Jakarta – Bahan: 100 gram bayam daun besar 1 buah terong ungu, iris miring 1 buah ubi kuning, iris-iris 100 gram kapri manis, siangi 100 gram wortel import besar, potong 5×1 cm 100 gram asparagus segar, potong 2 bagian

Bahan pelapis: 250 gram tepung bumbu serbaguna

Bahan pencelup: 75 gram tepung beras 15 gram tepung sagu 1/2 sendok teh paprika bubuk 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk 1/2 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk 1 sendok teh baking powder 1 kuning telur 250 ml air es

Cara membuat: 1. Campur semua bahan pencelup. 2. Celupkan sayuran ke dalam pencelup. Gulingkan di atas pelapis. Celupkan ke dalam pencelup. 3. Goreng di atas api sedang hingga matang.

Tumis Kapri Manis

Bahan: 250 gram daging sukiyaki 2 buah wortel impor, bagi 4 bagian, rebus 1/4 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk

Bahan tumisan kapri: 1/2 buah bawang bombay, potong kotak besar 2 siung bawang putih, cincang kasar 300 gram kapri manis, bersihkan 2 sendok makan saus sukiyaki 1 sendok teh gula pasir 1/2 sendok teh merica hitam kasar 1 sendok teh maizena dan 1 sendok makan air, larutkan untuk mengentalkan

Cara membuat: 1. Ambil selembar daging. Beri wortel. Gulung. Potong miring 2 bagian. Lakukan hingga semua daging terisi. Sisihkan. 2. Tumis bawang bombay dan bawang putih hingga harum. Masukkan daging. Aduk hingga berubah warna. 3. Masukkan kapri. Aduk hingga matang. Tambahkan sukiyaki, gula, dan merica bubuk. Aduk rata. Tuang air. Kentalkan dengan larutan maizena. Aduk hingga meletup-letup.

Baked Prawn Crumb

Bahan: 500 gram udang ukuran besar, belah 2 bagian 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok makan air jeruk lemon

Bahan olesan: (aduk rata) 50 gram cream cheese 50 gram mayones 1 sendok teh air jeruk lemon 1 sendok teh kulit jeruk lemon 1/4 sendok teh garam 1/4 sendok teh merica bubuk

Bahan crumb: (aduk rata) 50 gram panir kasar 1/4 buah bawang bombay, cincang halus 1 siung bawang putih, cincang halus 25 gram almond slice sangrai, remahkan 1 sendok teh peterseli cincang 1 sendok teh keju parmesan

Cara membuat: 1. Lumuri udang dengan garam dan air jeruk lemon. 2. Oleskan bahan olesan. Taburkan crumb hingga penuh. 3. Oven dengan api bawah suhu 190 derajat Celsius 20 menit hingga matang kecokelatan.

Potensi Kerawanan Masih Tinggi

[ J A K A RTA ] P o t e n s i k e r a w a n a n y a n g b i s a mengganggu pelaksanaan pilkada serentak pada Rabu (27/6) masih cukup tinggi. Kerawanan tertinggi terkait dengan akurasi data pemilih yang masih cukup lemah. Hal ini sangat berpotensi membuat warga kehilangan hak pilihnya. Selain itu, persoalan logistik terutama kecukupan kertas suara, netralitas petugas dan pemahaman terhadap hal-hal teknis pilkada, serta politik uang menjelang dan sesudah pemungutan suara, juga harus diperhatikan untuk menjamin pilkada di 171 daerah berjalan aman dan lancar. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay, dan Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta, di Jakarta, Selasa (26/6). Titi mengungkapkan, berkaca dari pengalaman pilkada sebelumnya, ada sejumlah potensi kerawanan yang mungkin terjadi. Di antaranya politik uang, intimidasi, hingga penyalahgunaan formulir C-6 (formulir undangan bagi warga untuk memilih di TPS). “Termasuk juga ketidaknetralan petugas pemilihan, kampanye di masa tenang atau hari pemungutan suara, juga kekurangan surat suara atau logistik pilkada. Termasuk pula pemilih yang memilih lebih dari satu kali,” ungkapnya. Karena itu, ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian bersama, terutama Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kami meminta KPU mencari solusi atas berbagai persoalan yang masih ada dan potensi kerawanan yang teridentifikasi, untuk memastikan terjaminnya hak pilih warga secara adil, demokratis, dan aman,” tandasnya. Diingatkan, KPU harus memastikan seluruh logistik pemilihan, mulai dari surat suara, kotak suara, serta perlengkapan lainnya untuk tidak terlambat, tidak rusak, serta cukup sesuai dengan kebutuhan. “Jangan sampai persoalan distribusi logistik pemilu justru memunculkan ruang kecurangan di dalam proses pemungutan suara Pilkada 2018,” jelasnya.

Sementara itu, Hadar Nafis Gumay menilai, ada banyak potensi kerawanan pilkada yang harus siap dihadapi oleh KPU dan jajarannya, termasuk aparat penegak hukum. Salah satunya yakni permasalahan mendasar seperti politik uang yang disinyalir masih akan mewarnai Pilkada serentak 2018. “Berdasarkan pengalaman selama ini, politik uang dan intimidasi terhadap pemilih untuk mempengaruhi pilihan adalah pelanggaran atau kecurangan pilkada yang mungkin terjadi,” katanya. Potensi kerawanan lain yakni adanya upaya intimidasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu agar tidak memilih calon tertentu. Praktik ini biasa dilakukan agar masyarakat takut untuk memilih calon yang dianggapnya lebih baik ketimbang calon lain dan biasanya diselubungi dengan politik SARA. Hal lain yang perlu menjadi perhatian, menurut Hadar, yakni masih adanya kerawanan manipulasi penghitungan suara yang dilakukan berjenjang mulai dari tempat pemungutan suara (TPS) hingga KPU di kabupaten atau kota. Terkait hal itu pula, perlu diperhatikan pencatatan sah atau tidaknya oleh petugas pada formulir C1 plano, harus sesuai dengan penandaan. Penghitungan jumlah surat suara juga harus sesuai dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya, sekaligus sesuai dengan surat suara yang rusak dan tidak sah.

“Warga dan saksi sebaiknya ikut memantau penghitungan dengan memfoto formulir C1 plano yang sudah selesai dan kemudian diposting di berbagai medsos. Selanjutnya perlu mengecek di publikasi Situng (sistem informasi KPU untuk publikasi C1 yang sudah dipindai atau di-scan) apakah sesuai dengan yang kita catat atau foto. Jika terjadi perbedaan, perlu disampaikan kepada KPU dan Bawaslu,” ungkap Hadar. DPT Bermasalah Secara terpisah, KIPP dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan, potensi kerawanan yang sangat mendasar adalah daftar pemilih yang masih bermasalah. Hampir di semua daerah yang melaksanalan pilkada dilaporkan adanya warga yang berhak memilih ternyata tidak ada dalam daftar pemilih tetap (DPT). Sebaliknya, warga yang seharusnya tidak berhak memilih (meninggal dunia, pindah domisili) masih terdaftar DPT. “Persoalan data pemilih masih menjadi persoalan yang masih menjadi laporan terbanyak yang terjadi hampir di seluruh daerah yang melaksanakan pilkada. Keluhan warga yang belum mendapatkan form C6 masih terus mengalir dari berbagai daerah,” jelas Kaka Suminta dalam keterangan tertulis KIPP.

Menurutnya, upaya pemerintah membantu warga yang belum memiliki KTP elektronik dengan menerbitkan surat keterangan (suket), jika tidak dilakukan dengan cermat, malah bisa menjadi kontraproduktif dan menimbulkan persoalan. “Juga adanya potensi pemilih siluman akibat penerbitan KTP elektronik dan suret keterangan yang tidak benar serta tak dikoordinasikan dengan KPU dan Bawaslu, serta potensi pemilih siluman lintas batas sebagai dampak libur nasional di semua daerah,” katanya. Selain itu, hak pemilih tahanan di lembaga pemasyarakatan, panti sosial dan rumah sakit, selain rawan manipulasi, juga rawan mobilisasi. Secara khusus, KIPP meminta perhatian untuk wilayah Papua dan wilayah terpencil, yang rawan akibat kondisi geografis setempat. Selain distribusi logistik, potensi kerawanan juga menyangkut keamanan dan netralitas aparat, serta rawan manipulasi dalam proses pungut hitung suara hingga rekapitulasi hasil. Sementara itu, Komisioner KPU Viryan menegaskan, bahwa pemilih yang tidak bisa menunjukkan KTP elektronik atau suket saat datang ke TPS, masih bisa menggunakan sejauh bisa menunjukkan formulir C-6. “Kita sudah mengeluarkan surat edaran terkait hal tersebut, bisa menggunakan C-6,” ujarnya. Dalam surat edaran yang dimaksud, jika pemilih yang terdaftar dalam DPT tidak dapat menunjukkan KTP elektronik atau suket kepada KPPS, yang bersangkutan diperbolehkan menggunakan hak pilihnya dengan ketentuan petugas KPPS memastikan bahwa formulir C-6 yang dibawa sesuai dengan pemilih yang bersangkutan.

Desain Rumah di Bali, di Lengkapi Genset Bali dengan Banyak Laci Penyimpanan

Desain Rumah di Bali, di Lengkapi Genset Bali dengan Banyak Laci Penyimpanan – peNataaN iNterior sebuah rumah merupakan salah satu faktor yang akan mempengaruhi kenyamanan Anda sebagai penghuni. Namun, penataan jadi tidak maksimal bila Anda masih menemui permasalahan kurangnya penyimpanan. Barang-barang yang jarang digunakan dan tergeletak di tempat yang tidak semestinya, akan merusak penataan yang sudah Anda lakukan. Di semua ruang, baik ruang keluarga, kamar tidur, dapur, hingga kamar mandi, masalah kurangnya penyimpanan dapat membuat ruang nampak berantakan dan mengganggu aktivitas penggunanya. Menambahkan lemari bukan lagi jadi satu-satunya solusi. Lemari besar yang memakan banyak tempat dapat digantikan dengan laci-laci penyimpanan yang lebih kecil. Misalnya sistem penyimpanan di unit apartemen karya Delution Architect ini.

Laci-laci kecil yang terdapat di hampir semua ruang ini memungkinkan pemilik menyimpan berbagai barang. Desainnya pun unik, seperti kumpulan kubus dengan ukuran yang bervariasi dan saling maju-mundur. Muhammad egha, Hezby ryandi, dan sunjaya Askaria selaku principal architect dari Delution Architect merumuskan desain tersebut berdasarkan latar belakang pemilik unit apartemen. “konsep utamanya ingin menonjolkan karakter klien selaku Ceo dari perusahaan advertising yang berarti suka beriklan. Yang saya dapat dari karakter ‘iklan’ itu sendiri adalah papan reklame yang bila kita lihat di Jepang dan New York terpampang banyak di tepi jalan, dengan bentuk utama kotak yang maju-mundur. Tampilan itulah yang menjadi ide desain bentuk furnitur tersebut,” jelas egha. Hasilnya, laci-laci tersebut terlihat atraktif seakan bukanlah semua lemari penyimpanan melainkan bagian dari dekorasi interior. Tersebar di tiap ruangan, jumlahnya yang cukup banyak tak lantas menjadikan laci-laci ini terlihat mendominasi. Justru semua laci tersebut tampak seolah membaur dengan elemen ruang, baik dinding ataupun furnitur.