Lahir dari Dalam Laboratorium

B erawal dari sebuah Laboratorium bernama SMART Lab, yang dibangun atas kemitraan antara USAID dan Universitas Sampoerna, para peserta dan fasili- tator SMART Lab membentuk sebuah komunitas yang dinamakan SMART Lab. Komunitas yang berbasis Lab ini didirikan oleh fasilitator SMART Lab yang merupakan pengamat dunia robotika Indonesia, Adiatmo Rahardi. Komunitas SMART Lab memfasilitasi para siswa yang masih berada di Sekolah Menengah Atas agar dapat belajar bersama para pakar Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Dalam menjalankan program-programnya, saat ini komunitas SMART Lab bekerja sama dengan Intel Indonesia Corporation, the New York Hall of Science (NYSCI), Tufts University, dan Komunitas Robot Indonesia. Latar belakang dan tujuan SMART Lab merupakan sebuah laboratorium yang menjadi pusat pengembangan dan sosialisasi pendidikan STEM (Science,Technology, Engineering and Math education) di Indonesia.

Sumber :

https://teknorus.com/wa-web/

Lab ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan STEM di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Sejak didirikan sampai saat ini, SMART Lab menggunakan kampus Universitas Sampoerna, di Jalan MT Haryono Kav 58-60, Pancoran, Jakarta Selatan, sebagai basecamp-nya. Anggota komunitas SMART Lab ini sudah meancapai sekitar 1000 pelajar Sekolah Menengah Atas. Jumlah yang cukup banyak. Akan tetapi, komunitas ini juga memiliki target anggota, yaitu 5000 pelajar di akhir tahun 2015. Aktivitas sehari-hari Kegiatan komunitas SMART Lab biasanya berlangsung setiap Senin sampai Jumat setiap minggunya.

Di hari Kamis, para anggota komunitas selalu belajar konsep robotika dan Internet of Things menggunakan platform Arduino. Sementara di hari Jumat, mereka membahas dunia printer 3D yang diasuh oleh salah satu anggota Komunitas Robot Indonesia, Jafar Irawan. “Senang sekali punya kesempatan belajar di SMART Lab, bisa mencoba operasikan printer 3D dan belajar Arduino dari para ahlinya” ungkap Rafdy Amestira, salah satu anggota SMART Lab dari SMA Negeri 54 Jakarta Pelaksanaan kurikulum dan kegiatan Komunitas SMART Lab sendiri masih dipegang oleh pendiri komunitas ini. “Lewat SMART Lab, para siswa akan diajarkan ilmu robotika dan konsep Internet of Things berbasis STEM. Konsep IoT sendiri juga didukung penuh oleh Intel Indonesia” ujar Adiatmo Rahardi saat berbincang-bincang dengan CHIP mengenai komunitas SMART LAB di salah satu cafe di bilangan Jakarta Selatan. Guna menambah wawasan dan pergaulan, SMART Lab sendiri dikelola oleh Institute for Social Development and Community Outreach (ISDCO) yang dikepalai oleh Media Ayu sebagai Direktur dan Ilan Asqolani sebagai Direktur Program. ISDCO adalah institusi yang dibentuk oleh Sampoerna Foundation untuk mengawasi dan menjalankan program-program di SMART Lab. Untuk ke depannya, komunitas SMART Lab ini tentu memiliki target jangka panjang, yaitu ingin membantu dan menambah pengetahuan guru-guru dalam dunia STEM.

Berbagai pendeka- tan kerap mereka lakukan, salah satunya melalui metode komunikasi yang inovatif, menyenangkan, dan tentu saja kreatif. Bagaimana menjadi anggota? Komunitas yang membahas tentang dunia STEM ini memang memiliki target hingga 5000 anggota di tahun ini. Berbagai informasi tentang dunia engineering, matematika, dan berbagai teknologi terkini bisa didapatkan dengan saling tukar pengetahuan. Siapa saja bisa menjadi anggota komunitas ini. Yang penting, mereka harus tertarik dengan dunia STEM. Untuk menjadi anggota komunitas Smart Lab, Anda cukup mengontak komunitas ini di Universitas Sampoerna

Contoh Desain Cafe yang Nyaman

taMan atap kian jamak ditemui di berbagai kafe, khususnya di wilayah kota seperti Jakarta. Taman dirancang sebagai pengganti ruang makan terbuka yang sulit didapatkan di lahan minim. kehadiran ruang tebuka baru pun seolah menjadi magnet bagi para pengunjung kafe untuk datang. Hanya saja, taman atap kerap dirancang minim tanaman. Hasilnya, taman atap jadi terkesan gersang dan panas. kala matahari terik, kafe di taman terbuka pun jadi jarang digunakan. Tapi, ada kafe dengan konsep taman atap berbeda di wilayah kemang, Jakarta selatan. kafe bernama FJ on 7 ini punya daya tarik tersendiri ketika anda datang. Taman atapnya begitu asri. ada banyak tanaman rindang di tiap sisi ruang. atapnya pun ditutup dengan tenda hitam dan tenda transparan. Teduh layaknya taman rumah. “Taman memang sengaja dibuat rimbun. keinginan dari pemilik dari awal seperti itu. semenjak buka, jumlah pohon dan tanaman selalu bertambah sampai sekarang. kalau ada yang mati selalu kita ganti,” ujar iing kuswata, Floor Manager FJ on 7. Untuk mempermudah perawatan, semua tanaman di kafe ini ditempatkan dalam pot. ada yang digantung, diletakan di atas lantai , hingga “ditanam” di balik lantai dek. Beragam Jenis Furnitur Tak hanya tanaman yang menjadikan kafe ini jadi tempat yang mengasyikan untuk bersantai.

Ragam furnitur yang tersaji juga jauh dari kata membosankan. Total ada 7 jenis kursi yang digunakan. Baik untuk ruang luar maupun ruang lounge, di ruang dalam. ada yang berbentuk bangku, kursi bar, sofa, dan single chair. Bahan yang digunakan juga beragam. Mulai dari kayu, besi, resin dan beberapa kombinasi ketiganya. Menurut iing, untuk penataan interior, pemilik kafe sendiri yang mendekorasi. Beberapa penataan perabot dan aksesori pun tidak dilakukan dalam sekali jadi, namun bertambah secara berkala.

“Untuk desain bangunan, ada arsiteknya. Tapi kalau furnitur sebagian beli, sebagian lagi bawa dari rumah pemilik. Jadi banyak furnitur antik di rumah yang enggak kepakai, kemudian dibawa ke sini. salah satunya meja bundar, kemudian lemari laci yang berada di sudut ruangan,” imbuh iing. agar suasana kian tak membosankan, tiap area makan juga dilengkapi dengan cushion. Motif pembungkus cushion pun dibuat beragam pula. Motif bunga dengan beragam pola dan warna. “kalau cushion, motifnya juga sudah berganti. Dulu gambarnya burung, namun sekarang bunga. Ya, kalau dirasa membosankan akan diganti dengan motif lain lagi,” tutup iing. Paduan antara tanaman nan rimbun dan penataan furnitur yang tepat kian membuat kafe ini terasa nyaman. Terlebih jika bersantap dan bersantai sembari menikmati tengelamnya matahari di kala sore. Cafe ini juga dilengkapi dengan genset yang di supply dari agen jual genset jakarta bergaransi resmi

Sunarto Kembali Mempertajam Lini Depan Arema FC

MALANG — Arema FC akhirnya membawa pulang Sunarto alias Si Joker. Sebelumnya, Sunarto dipinjamkan Arema ke Persiba Balikpapan dan memperkuat Persis Solo dalam Liga 2 Indonesia 2018. Sunarto bukanlah nama baru di skuad tim berjulukan Singo Edan itu. Pemain yang kerap diturunkan ketika Arema mengalami kebuntuan itu tidak jarang menjadi penyelamat timnya dari kekalahan. Makanya dia dijuluki Si Joker. Pelatih Arema, Milan Petrovic, mengatakan kedatangan Sunarto membuat banyak pilihan di lini depan. Hanya, Sunarto belum bisa diturunkan dalam laga terakhir sebelum rehat karena perhelatan Asian Games 2018. “Secara fisik masih belum siap.Tak mungkin memainkannya saat menghadapi Pusamania Borneo,” ucap Milan. Meski belum banyak mengetahui kemampuan Sunarto, Milan mengaku senang karena pemain itu bisa ditempatkan diposisi sayap. Kehadiran Sunarto menjadikan Arema tanpa penyerang asing dalam putaran kedua Liga 1.

Sebab, beberapa penyerang yang menghuni skuad Arema saat ini semuanya pemain lokal, yakni Dedik Setiawan, Rivaldi Bawuo, dan Ahmad Nur Hardianto. Manajemen Singo Edan sebenarnya telah membidik pemain berkebangsaan Bahrain untuk mengisi slot pemain asing Asia di lini depan. Sayangnya, hal itu gagal dan akhirnya manajemen memilih memulangkan Sunarto. Setelah mendatangkan Sunarto, di sisi lain manajemen Arema secara resmi malah melepas pelatih fisik Dusan Momcilovic. Keputusan itu dinilai mengejutkan karena kinerja Momcilovic dinilai cukup bagus. Kondisi fisik para pemain Arema jauh lebih terkontrol karena keberadaan pelatih yang akrab disapa Dule itu. Dengan dilepasnya pelatih fisik tersebut, Milan mengaku cukup berat karena tim harus kembali beradaptasi dan menyesuaikan dengan program-program tanpa Dusan. “Kondisi ini memang cukup berat. Kami harus menyiapkan semua program sendirian, termasuk latihan fisik. Tapi saya tetap menghormati apa yang sudah diputuskan manajemen,” tutur dia

Indonesia Siap Membuat Sejarah Baru

JAKARTA — Tim nasional Indonesia U-16 akan menghadapi rival bebuyutan Malaysia dalam laga semifinal Piala AFF U-16 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, hari ini. Skuad berjulukan Garuda Asia itu siap tempur menghadapi laga yang ditunggu-tunggu ini. Pelatih timnas U-16, Fakhri Husaini, mengatakan anak asuhannya siap mencetak sejarah dengan mengalahkan Malaysia dalam partai semifinal ini. Menurut dia, skuadnya tidak bisa disamakan dengan timnas U-19 yang dikalahkan Malaysia dalam partai semifinal beberapa waktu lalu. “Laga melawan Malaysia ini merupakan partai balas dendam timnas. Ini kesempatan untuk membuat sejarah, sehingga timnas lolos ke final Piala AFF U-16,” kata Fakhri di Surabaya, kemarin. “Para pemain sangat antusias dan sudah tidak sabar menghadapi Malaysia.” Fakhri mengatakan sudah mengantongi beberapa kunci kelemahan tim lawan saat memantau laga Malaysia melawan Laos di Gelora Joko Samudro, Kabupaten Gresik, Selasa Indonesia Siap Membuat Sejarah Baru Malaysia kehilangan pemain belakang karena kartu merah. lalu. “Kami sudah punya gambaran kekuatan Malaysia, cara mereka bertahan, menyerang, serta melakukan kerja sama tim,” tutur dia. Adapun pelatih Malaysia, Raja Azlan Shah Raja Soib, mengaku pertemuan dengan timnas Indonesia U-16 merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, kedua tim pernah bertemu dalam laga uji coba di Malaysia dan menang dengan skor 4-3. “Indonesia tim yang komplet. Mereka mempunyai pemain yang sangat berbakat di setiap sisinya,” kata Raja. “Tapi kami datang ke sini siap menghadapi siapa pun lawannya.”

Raja mengaku kehilangan beberapa pemain andalannya dalam laga semifinal ini. Salah satunya pemain bertahan Muhammad Fahmi Daniel Mohd Zaaim yang terkena kartu merah saat melawan Laos. “Tapi kami tetap optimistis karena semua pemain yang datang siap diturunkan kapan pun.” Meski rivalitas IndonesiaMalaysia masih tinggi, Fakhri bersama beberapa pemain Indonesia sempat makan bersama satu meja dengan beberapa pemain Malaysia dan pelatihnya. “Saya dan coach Raja Azlan (Shah Raja So’ib) memang sudah lama bersahabat. Begitu juga tadi, dengan para pemain mereka (kami) bicara banyak dan bercanda,” ujar Fakhri. Fakhri mengatakan ingin menanamkan kepada anak-anak asuhannya rasa hormat dan fair play terhadap tim lawan. “Bahwa ini sepak bola, betul. Tapi kami harus menjunjung tinggi dua nilai-nilai tersebut.” Dalam kesempatan itu, Fakhri juga meminta suporter timnas Indonesia agar menghargai tim lawan, wasit, dan suporter lain. Apalagi ini merupakan timnas usia muda, bukan senior. “Jangan sampai kreativitas yang sudah mereka lakukan sebelumnya jadi ternoda, sehingga merugikan semua pihak. Atau lebih parahnya Indonesia akan terkena sanksi dari AFC dan FIFA,” kata Fakhri. Laga semifinal akan digelar pada hari ini di Stadion Gelora Delta. Pertandingan semifinal pertama mempertemukan Thailand dengan Myanmar. Sedangkan pertandingan kedua antara Indonesia dan Malaysia.